Pakar Hypnosis: Mengintip Surga Lewat Seks

Pakar hypnosis, Anisah Kortschak M.Psi. MCht, berpendapat bahwa hubungan seks suami istri yang dilakukan dengan harmonis hingga orgasme merupakan kesempatan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk mengintip surga. Pendapat tersebut disampaikan Anisah, dalam seminar sehari tentang hypnoseks, Sabtu (20/01), di hotel Victoria Banjarmasin.

Menurut psikolog asal Jakarta itu, orgasme yang dilakukan melalui hubungan suami istri yang aman dan nyaman, merupakan kesempatan bagi manusia untuk mengintip indahnya surga. Artinya, kegiatan seksual yang dilakukan oleh suami istri itu adalah salah satu ibadah, bila dilakukan dengan benar akan mendapatkan pahala yang berlimpah.

Sayangnya tambah Anisah keindahan tersebut, diberikan dalam waktu yang cukup singkat, tidak lebih dari lima menit, sehingga manusia menjadi ketagihan untuk kembali mengintip “surga” tersebut.

Agar kegiatan yang indah tersebut tidak menjadi kegiatan yang rutinitas dan membosankan, pasangan suami istri harus sama-sama memiliki kemampuan untuk menghypnotis pasangan masing-masing.

Sebagaimana layaknya orang akan menghadap Tuhan, baik itu shalat ke masjid, ke gereja maupun ke tempat peribadatan lainnya, yang harus dalam kondisi bersih dan wangi, hubungan seks suami istripun harus demikian juga.

Di antaranya, dengan selalu menjaga hubungan suami istri tetap harmonis aman dan nyaman, bagi masing-masing pasangan. Selalu ada aroma terapi dalam setiap kesempatan bersama pasangan, kamar tidur dan penampilan diri yang selalu rapi dan bersih adalah salah satu cara untuk selalu menghipnotis pasangan dan menjaga kenyamanan hubungan itu.

Selain berdo’a dan berusaha, katanya, kunci sukses seseorang juga berasal dari kesuksesan saat berhubungan suami istri.

Menurutnya, hubungan suami istri yang aman dan nyaman, mampu mendorong kreatifitas seseorang sesuai dengan minat dan bakatnya. Karena pada saat suami istri berhubungan seks, di situ tidak ada lagi laki-laki dan perempuan, keduanya bersatu dalam kekuatan energi yang luar biasa.

Energi yang dihasilkan dari hubungan tersebut, tambahnya secara otomatis akan tersalurkan menjadi energi positif yang memacu kerja otak dan kreatifitas.

“Di saat pasangan sedang dalam kondisi saling merayu, masing-masing bisa saling menghipnotis dengan membisikkan kata-kata lembut ke alam bawah sadarnya, yang akhirnya bisa membawa hubungan tersebut ke hal yang lebih baik,” katanya.

Menurutnya, bila pasangan telah mampu menyentuh alam bawah sadar satu dengan lainnya, tambahnya, jangan sekali-kali membisikkan kata negatif, misalnya kata “jangan” dan “tidak”.

Dicontohkannya, pada saat seseorang sedang terhipnotis atau alam bawah sadarnya sedang bekerja, dibisikkan kata “jangan pukul saya”, yang terjadi justru kita akan dipukul, karena alam bawah sadar menolak kata “jangan”.

Contoh lainnya, tambah Anis, saat pasangan kita membaca dengan konsentrasi yang tinggi, maka kita bisikkan kata, “bila aku panggil namamu, kamu bahagia”.

Pada saat dia selesai dari konsentrasinya, kemudian kita panggil namanya, secara otomatis dia akan tampak berseri bahagia, karena alam bawah sadarnya yang bekerja.

“Pada dasarnya hypnotis adalah permainan logika, semuanya adalah ilmiah, mengingat 80 persen lebih dari alam pikiran manusia adalah dibawah sadar,” katanya.

Alam bawah sadar bila dioptimalkan akan berdampak positif bagi kelangsungan hidup manusia, karana alam bawah sadar menolak hal-hal yang negatif

Juni 17, 2008. Tag: . Bercinta. Tinggalkan komentar.

Membangkitkan Lagi Keasyikan Dalam Kehidupan Seksual

Seiring dengan berjalannya waktu, dalam kehidupan suami-istri, tidur dengan orang yang sama setiap harinya akan menimbulkan perasaan jemu. Semuanya sudah menjadi semacam rutinitas saja karena segala tingkah laku dari pasangan sudah begitu diketahui. Tetapi ini tidak berarti semuanya sudah berakhir. Penasehat masalah seksual Suzie Hayman akan menjelaskan kenapa gairah bisa memudar bahkan ketika cinta masih ada dan bagaimana menimbulkan kembali gairah tersebut.

Kembalikan Gairah

Begitu masa bulan madu telah berakhir dan Anda kembali ke kehidupan sehari-sehari yang penuh dengan rutinitas, sangatlah mudah timbul rasa bosan. Saat rasa itu timbul, seks mungkin bukan lagi menjadi hal yang penting dalam kehidupan dan Anda lebih mementingkan melakukan rutinitas lainnya.

Kebanyakan dari kita beranggapan bahwa seks pada awal-awal hubungan adalah yang terbaik dapat kita nikmati, dan dari sana akan terus menurun. Tetapi kabar baiknya, semuanya dapat diperbaiki daripada terus dibiarkan memburuk. Bukanlah suatu hal yang mustahil untuk membawa kesegaran itu kembali. Faktanya, jika Anda dan pasangan telah bersama dalam beberapa waktu, semuanya bisa menjadi lebih menarik dan menantang daripada kehidupan seks di saat-saat awal.

Salah satu keuntungan besar dari pasangan yang sudah mapan daripada yang masih baru adalah tingkat kepercayaan yang sudah meningkat. Hal ini membuat semuanya menjadi lebih nyaman untuk meminta sesuatu yang lain sedangkan pada yang baru mungkin akan lebih canggung dan malu untuk meminta pada pasangan yang masih terasa agak asing karena belum lama bersama.

Untuk menjaga semuanya tetap menarik, Anda perlu mencoba pendekatan baru dan keluar dari kebiasaan untuk menciptakan keromantisan. Anda selalu bisa menambahkan sensasi baru pada suatu hubungan yang sudah mantap, jauh lebih mudah dibandingkan harus membangun terlebih dahulu kepercayaan pada hubungan yang masih baru.

Pada kenyataannya, pada orang yang berselingkuh sering berkata kalau mereka melakukan itu untuk mencari cinta dan kepuasan seksual yang mereka rasa, tidak mereka dapatkan di rumah. Tetapi berdasarkan penelitian, bahkan pada pasangan yang mengatakan kalau kehidupan seksual mereka tidak memuaskan, cenderung mengakui bahwa itu masih lebih baik daripada seks dalam perselingkuhan.

Kembali ke bagian yang menyenangkan

Perasaan bahwa kenikmatan yang ada menjadi semakin memudar itu disebabkan tidak terpacunya adrenalin dalam diri kita. Cepat maupun lambat akan menjadi jelas dan sama-sama tahu apa yang akan dilakukan pasangan Anda, seperti tinggal membaca dari sebuah daftar yang Anda berdua sama-sama tahu dan hafal apa-apa saja yang akan dilakukan pasangan Anda. Hal ini tentulah salah mematikan unsur keasyikan dan penasaran. Karena semuanya sudah diketahui tidak ada suatu kehebohan yang tidak terduga yang dapat memicu adrenalin Anda.

 

Pada kebanyakan pasangan yang ada, banyak sekali yang mengalami hal ini. Mereka masih saling mencintai tetapi merasa kehidupan seks mereka menjadi membosankan dan mengecewakan. Satu saran untuk hal ini yaitu mereka harus memulainya kembali. Mereka harus menyadari bahwa semua tindakan yang mereka lakukan pada pasangan mereka adalah berdasarkan pengumpulan dan pengamatan dari saat pertama sampai pada saat ini. Karena itu mereka harus memulai pada suatu yang baru. Memulainya dari bagian-bagian yang dapat memicu adrenalin dan rasa keingin-tahuan mereka.

Memulai semuanya lagi dari awal

Masing-masing telah tahu dan menemukan sentuhan, teknik dan pendekatan apa yang tampaknya disukai oleh pasangan mereka. Kesemuanya itu membentuk suatu rutinitas yang sudah begitu tersusun dengan urut mulai dari ciuman awal sampai pada pelukan saat terakhir. Tetapi seringkali selalu terjadi perubahan selera. Hal-hal yang dulunya disukai bisa jadi sekarang menjadi yang membosankan. Sekarang mereka ingin mencoba sesuatu yang baru, terutama yang dulunya mereka rasa terlalu canggung dan malu untuk mereka minta pada saat hubungan masih baru.

Jadi sudah jelas ketika timbul kebosanan dalam kehidupan seksual Anda dengan pasangan jangan biarkan hal itu menjadi semakin buruk. Segera mulailah awal yang baru, jangan sia-siakan modal kepercayaan yang kuat di antara Anda berdua. Mulailah mencoba sensasi-sensasi baru yang dari dulu selalu ingin Anda coba. Kehidupan seks Anda tidak akan membosankan lagi.

Juni 17, 2008. Tag: . Bercinta. Tinggalkan komentar.

Ngeseks Dengan Robot? Kenapa Tidak!

Dalam film I, ROBOT digambarkan bahwa nanti pada tahun 2035, robot akan begitu umum sehingga tak beda lagi dengan mobil atau peralatan lain. Mungkin itu cuma sekedar film, namun seorang pakar ‘kepandaian buatan’ memprediksikan bahwa sekitar tahun 2050 nanti manusia mungkin akan mulai terlibat hubungan yang lebih ‘dalam’ dengan robot ini.

David Levy, sang pakar AI (artificial intelligence) melihat adanya kemungkinan bahwa manusia dan robot akan terlibat hubungan emosional bahkan seksual dengan robot-robot yang makin hari makin canggih ini.

Walaupun saat ini penggunaan ‘sex doll‘ sudah bukan lagi barang yang tabu di negara-negara besar, namun tingkat kemampuan boneka ini belumlah mencapai tingkat maksimum. Namun dalam waktu dekat, David memprediksikan bahwa sex robot yang akan memiliki kemampuan jauh lebih bagus dari sekedar sex doll akan mulai diperkenalkan.

Dalam sebuah artikel yang dimuat Metro.co.uk, Rabu (16/04/08), bahkan menurut David, para wanita pun menyukai ide ini.

“Berhubungan seksual dengan robot, kenapa tidak,” ungkap salah seorang wanita lewat sebuah email. “Mereka tidak terikat, tidak ada kemungkinan penyakit seksual menular, dan mungkin lebih ‘hebat’ di atas ranjang,” lanjut wanita tadi dengan antusias.

Bahkan bisa jadi sex robot ini tidak cuma jadi sarana pemuas hasrat seksual saja. Dengan teknologi AI yang canggih, bisa jadi manusia akan terlibat secara emosional juga dengan robot mereka. Tapi tentu saja akan ada kesan artifisial karena emosi yang diprogramkan hanya akan bekerja sesuai program yang ditanamkan.

Lebih jauh lagi David bahkan memprediksikan bahwa robot pun akan memiliki hak-hak layaknya manusia biasa. Pernikahan antara manusia dengan robot bisa saja terjadi. “Jika seseorang bisa jatuh cinta pada robot, bisa saja mereka melangsungkan pernikahan” ungkap David.

Sementara di sisi lain, Andrew Keen, seorang kritikus teknologi menganggap hal ini mustahil. “Mereproduksi kompleksitas kondisi manusia ke dalam mesin adalah sebuah penghinaan. Tak mungkin ada manusia yang jatuh cinta pada robot walaupun mereka adalah penggemar Star Trek atau Doctor Who, sanggah Andrew.

“Hubungan antara manusia dengan robot dapat berdampak buruk pada peri laku manusia,” ungkap Dr Glyn Hudson-Allez seorang psychosexual therapist. “Semakin banyak menghabiskan waktu dengan ‘rekan’ yang tidak mampu memberikan respon, maka kemampuan menghadapi manusia yang mampu merespon akan semakin buruk,” lanjut Dr Glyn.

Menanggapi sanggahan ini, David tidak membantah bahwa sex robot ini kemungkinan besar hanya akan diminati mereka yang merasa terasing secara sosial.

Juni 17, 2008. Tag: . Bercinta, Lifestyle, Snapshot, Techno. Tinggalkan komentar.

Sibuk? ‘Sex Short Time’ Saja!

Seks memang kebutuhan mendalam bagi pasangan yang sudah menikah. Tapi di jaman sekarang, kebanyakan pasangan kesulitan menempatkan waktu bagi pasangannya sendiri karena alasan sibuk bekerja. Salah satu cara menyiasatinya, ya lakukan Sex Short Time. Toh, bagi wanita tak butuh banyak waktu untuk mencapai kepuasan.

Dalam survey baru-baru ini yang dilakukan para pakar seks mengklaim bahwa waktu yang optimal untuk melakukan hubungan seks adalah 3 sampai 13 menit. Hal itu ditulis dalam Journal of Sex Medicine edisi Mei, yang juga menerangkan bahwa kestabilan tenaga adalah kunci seks yang memuaskan.

Namun, jangan dulu senang bagi para pria, karena waktu singkat tersebut tidak termasuk foreplay. Dan para pakar seks mengkalkulasi bahwa hubungan seks antara 1-2 menit masih terlalu singkat.

Eric Corty, pimpinan tim peneliti, berharap bisa menepis pemikiran orang-orang bahwa “Sesuatu yang berlebih lebih menyenangkan, dan jika Anda ingin menyenangkan pasangan, Anda harus berhubungan seks lebih lama.”

Pernyataan itu tentu menimbulkan problem lebih luas mengenai seks, kata Corty. Menurutnya, salah satu penelitian juga menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita menginginkan foreplay dan hubungan seks lebih lama.

Mengutip penelitian pada 2005, Dr. Irwin Goldstein dari Journal of Sexual Medicine, mengkalkulasi study selama empat minggu untuk 1.500 pasangan, menunjukkan kebanyakan dari mereka melakukan seks selama 7,3 menit, sedangkan waktu sisa terbuang dengan kegiatan yang tidak jelas.

Baik pria dewasa maupun remaja berusaha untuk berhubungan seks lebih lama dari kadar 3-13 menit. Dan meski ada mitos yang menyebutkan bahwa lebih lama lebih baik, kebanyakan orang tidak merasa bergairah seperti apa yang mereka gambarkan.

Sebenarnya, jika dilihat dari segi kepuasan. Untuk mencapai klimaks tidak ditentukan oleh lama atau tidaknya berhubungan. Semua lebih merujuk kepada bagaimana perasaan maupun kualitas seks itu sendiri. Jika kita merasa nyaman saat berhubungan, tentu rasa puas yang diterima akan lebih hebat.

Juni 17, 2008. Tag: . Bercinta. Tinggalkan komentar.

Seks Hamil: Mengapa dan Bagaimana?

Apakah hubungan seksual tetap boleh dilakukan selama masa kehamilan? Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan pasangan muda atau sang istri mengawali kehamilan pertama.

Dr Suririnah, ahli kandungan mengatakan jawabannya bisa boleh dan bisa tidak. Tergantung kondisi si perempuan dan kehamilannya. “Pasangan tetap boleh melakukan hubungan seksual apabila kehamilan pada kondisi normal?” jelasnya.

Lalu, berbahayakah melakukan hubungan seksual selama kehamilan mengingat terjadi penetrasi? Ada pemikiran dan banyak pendapat yang diyakini bila seks selama kehamilan dapat menimbulkan infeksi. Atau bisa melukai bayi dalam kandungan.

Dr Suririnah menjelaskan, hubungan seks atau pun orgasme tidak berbahaya bagi bayi. Karena tubuh wanita memiliki lendir dari cervik (mulut rahim). Cairan ini membantu tubuh si ibu melawan kuman atau infeksi yang masuk ke dalam mulut rahim. Secara alamiah, Tuhan telah menciptakan perlindungan yang aman pada bayi. Kantung rahim dan cairan ketuban serta otot rahim dan perut akan melindungi bayi selama proses kehamilan.

Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi kehamilan dengan katagori risiko tinggi. Salah satu ciri kehamilan risiko tinggi manakala muncul komplikasi atau menemukan gejala yang tidak biasa terjadi setelah atau selama melakukan hubungan seksual. Diantaranya rasa nyeri, kontraksi atau keluar darah. ”Jika menemukan gejala ini sebaiknya hubungi dokter sebelum melakukan hubungan seksual lagi,” pesannya.

Secara umum hubungan seksual tidak dianjurkan pada kasus-kasus kehamilan tertentu, misalnya:

• Ancaman keguguran atau riwayat keguguran.

• Placenta letak rendah (plasenta previa).

• Riwayat kelahiran premature .

• Perdarahan vagina atau keluar cairan yang tak diketahui penyebabnya serta kram.

• Dilatasi /pelebaran servik.

• STD atau penyakit seksual yang menular. Untuk kasus STD disarankan tidak melakukan hubungan seksual sampai STD sudah disembuhkan.

Posisi Terbaik

Beberapa posisi yang aman dijalankan ketika melaksanakan hubungan intim pada masa kehamilan :

Wanita di Atas

Posisi ini yang paling nyaman untuk ibu hamil. Wanita dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

Duduk

Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut. Posisi ini tidak banyak memerlukan gerakan. Pria duduk dan wanita duduk di atasnya saling berhadapan. Atau membelakangi pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini memungkinkan wanita mengontrol kedalaman penetrasi.

Pria di atas

Namun pada posisi ini si pria berbaring hanya separuh tubuh.

Berlutut atau Berdiri

Dari semua posisi seks itu, yang paling utama adalah hindari meletakkan berat badan ke perut ibu hamil. Hal lain yang harus diingat, hubungan seksual merupakan bagian penting dalam menyatakan perasaan kasih sayang, rasa aman dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami istri.

Menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, ciuman, atau pun pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual merupakan hal terpenting lain pada masa kehamilan

Juni 17, 2008. Tag: . Bercinta. Tinggalkan komentar.

Halaman Berikutnya »